17
Jul
08

Saat Kulihat Kemiskinan di Mataku

Saat pagi jalan penuh padat,

Ibu-ibu jockey three-in-one dengan bayinya mengacungkan jari penuh harap

para pengamen saling berebut menaiki angkutan kota dengan sigap

kaum pengemis bersila di jembatan penyeberangan dengan mulut mengucap

Saat siang terik menyengat,

peminta-minta menyodorkan tangan di warung dan restoran

penjaja koran menawarkan dagangannya yang belum terhabiskan

kaum pemulung menghela gerobaknya mengumpulkan barang buangan

Saat surya di ufuk barat,

anak-anak kecil di lampu merah berwajah memerah berharap akan recehan

penyapu=penyapu jalan menyuapkan makanan pengganti lapar yang tertahan

penyemir-penyemir sepatu mandi membersihkan debu-debu yang melekat di badan

Saat sunyi malam dan mataku terasa barat,

Kuterpaku melihat kaum tuna wisma berbagi kardus alas tidur di emperan terminal

Kuterpana menyaksikan gelandangan berbagi kain usang pengusir angin dingin yang nakal

Kunaikkan doa syafaatku memohon Tuhan mengetuk si kaya berbagi amal

Anang Gunawan

KATEGORI: Dewasa


0 Responses to “Saat Kulihat Kemiskinan di Mataku”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


GALERI PUISI BULAN KESPEL 08

July 2008
M T W T F S S
    Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
dan.. Apakah "KEMISKINAN" di matamu?

KATEGORI

ARSIP PUISI

KOMENTAR

theda on Miskin

JUMLAH PENGUNJUNG

  • 28,298 hits

%d bloggers like this: